HTML

Penjelasan Fungsi Dasar Routing Di Mikrotik



Dalam konfigurasi routing niscaya diharapkan sebuah alamat tujuan gateway biar jaringan sanggup berkomunikasi dan membentuk sebuah link. Nah untuk menjaga biar beberapa link ke gateway tidak terjadi duduk kasus maka di buatlah proses routing.

Pada prinsipnya, router dipakai untuk menghubungkan dan meneruskan data antara dua atau lebih jaringan satu dengan jaringan lainnya biasanya berbeda network. Saat ini router banyak di pasang di rumah, kantor, warnet berfungsi untuk menghubungkan jaringan komputer internet meskipun mempunyai fungsi lain menyerupai modem ADSL, Fiber Optic.

ada beberapa prosedur yang sanggup di terapkan dalam pemilihan jalur routing yakni:
  1. Rule routing yang paling spesifik (Misal, 192.168.1.128/26 lebih spesifik dari 192.168.1.1/24).
  2. Distance (Router akan menentukan nilai distance yang paling kecil).
  3. Round Robin (Random. Apabila Rule tersebut sama-sama spesifik dan mempunyai nilai distance yang sama. Biasa disebut sebagai Load Balance).
Jika pada sebuah jaringan mempunyai jumlah beberapa gateway, untuk destination kita sanggup menggunakan jalur backup atau sanggup di sebut dengan failover. Dalam pengaturan failover kita sanggup memanfaatkan nilai distance.


Distance
Dengan menggunakan pengaturan distance kita sanggup menentukan jalur routing yang mempunyai prioritas dan yang di buat menjadi jalur backup. Nilai distance di mulai dari (0-8) Nol hingga dengan delapan. Jika nilai distance semakin kecil maka prioritas akan lebih di utamakan. Dalam memperlihatkan nilai distance jalur utama akan mendapatkan prioritas utama dengan nilai lebih kecil, apabila jalur utama putus akan menggunakan jalur lain dengan nilai distance yang lebih besar.

Check Gateway
Dalam pengaturan failover kita menggunakan parameter Check Gateway, dengan menggunakan prosedur ARP Request atau Test Ping yang akan di jalankan setiap 10 detik. Jika dalam pembentukan link aktif maka link akan di anggap sebagai "Gateway Time-Out" namun apabila link tidak mendapatkan respon maka akan di anggap sebagai "Unreachable" jikalau terjadi gateway time-out secara berurutan



Scope & Target Scope
Contoh di atas jikalau terdapat link yang putus yang terhubung dengan gateway namun ada kasus apabila link yang putus yaitu di atas router maka motode ARP Request dan Test ping tidak sanggup melaksanakan pengecekan. Untuk mengatasi hal tersebut sanggup menggunakan metode "Scope & Target Scope". Dengan menggunakan metode tersebut maka kita sanggup mengubah nilai dari "target Scope" sehingga pengecekan eksklusif ke jalur di atas router. 

Konfigurasi nilai scope biasanya lebih kecil dari pada sasaran scope misal nilai scope 30 maka sasaran scope sanggup kita beri nilai sebesar 70 atau 100. Sehingga untuk penulisan gateway sanggup eksklusif kita arahkan dengan IP Address yang berada diatas router gateway.

Route Policy
Misalkan sekenario jaringan menyerupai berikut ini, kita mempunyai 2 gateway untuk ke internet. Namun, kita akan menciptakan 2 jalur tersebut untuk jaringan LAN yang berbeda segment dan masing LAN akan mempunyai jalur sendiri. Katakanlah ada 2 network LAN yaitu 192.168.1.0/24 akan menggunakan link internet jalur 1 dan network LAN 172.16.1.0/24 akan menggunakan link internet jalur 2.

Berdasarkan kebutuhan tersebut kita sanggup mengatur Route Policy. Untuk konfigurasinya kita buat terlebih dahulu route policy untuk kedua LAN tersebut. Masuk pada sajian IP -> Routes -> Rules -> Klik Add [+]. Kemudian kita konfigurasi menyerupai tampilan berikut.



setelah itu tentukan masing masing network dengan parameter table dengan nama yang berbeda isikan paramtere "Route Mark" untuk masing-masing jalur link ke internet menyerupai gambar di bawah ini.


Parameter Routing Type
Routing type pada mikrotik mempunyai berberapa parameter yaitu:
Blackhole : jenis type routing yang melaksanakan blocking tanpa memperlihatkan message apapun.
Prohibit : jenis type routing yang melaksanakan blocking dengan memperlihatkan error message ICMP (Administratively prohibited atau Packet Filtered).
Unreachable : jenis type routing melaksanakan blocking dengan memperlihatkan error message (Host Unreachable)
Unicast : merupakan default dari type routing.

Sebagai teladan kita melaksanakan blocking koneksi ke tujuan IP Address 192.168.1.2 dengan type "Prohibit". Sehingga perangkat dengan IP Address tersebut tidak sanggup diakses oleh perangkat lain di jaringan lokal kita. 



Demikian tutorial mikrotik wacana fungsi dasar routing di mikrotik. Semoga bermanfaat bagi kita semua semoga berguna..
Sumber: mikrotik.co.id

Baca artikel menarik lannya
1. Konfigurasi dasar routing OSPF
2. Tips sederhana membeli perangkat MikroTik
3. Konfigurasi wireless point to point di MikroTik

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penjelasan Fungsi Dasar Routing Di Mikrotik"

Posting Komentar