HTML

Bisakah Anak Mengidap Penyakit Hepatitis C?

Bisakah Anak Mengidap Penyakit Hepatitis C?


 Hepatitis salah satu penyakit yang memiliki prevalensi cukup tinggi di Indonesia. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tak terkecuali anak-anak. Kasus yang paling banyak terjadi pada anak adalah hepatitis A. Nah, Bagaimana dengan hepatitis C, apakah bisa menyerang anak-anak? Berikut ulasannya.

Bisakah Menyerang Anak?

Meskipun kejadiannya cukup jarang, virus hepatitis tipe C (HCV) dapat menginfeksi anak. HCV sendiri dapat ditularkan melalui kontak darah, yaitu ketika darah penderita masuk ke dalam aliran darah orang yang sehat.

Penularan HCV pada anak hampir sama dengan orang dewasa, bisa melalui kontak langsung darah dari penderita (arah luka, mimisan atau menstruasi), jarum suntik bekas, alat tajam yang terkontaminasi HCV, alat pedikur/manikur atau peralatan lain yang berpotensi terpapar darah yang digunakan bersamaan.

Namun, infeksi HCV pada anak lebih besar disebabkan oleh penularan perinatal, dari ibu ke anak. Hal tersebut disampaikan oleh Profesor Manal El- Sayed dari Ain Shams University, Kairo dan Dr Homie Razavi dari Polaris Observatory, Amerika Serikat, yang mengatakan bahwa sekitar 80% kasus ditularkan melalui ibu ke janin.

Gejala

Gejala hepatitis C pada anak hampir tidak tampak, bahkan sering kali tanpa gejala. Penyakit ini umumnya terdeteksi setelah melakukan pemeriksaan darah rutin dan menunjukan adanya infeksi HCV. Kalaupun ada, gejala yang ditimbulkan hanyalah kelelahan kronis. Meskipun tidak menimbulkan gejala, kerusakan hati terus terjadi dan semakin parah seiring waktu.

Kerusakan hati akan terjadi secara bertahap selama 20 tahun atau lebih, yang ditandai dengan struktur sel hati yang mulai rusak sehingga tidak dapat berfungsi secara normal. Gejala yang paling khas pada fase kronis adalah tubuh mudah lelah, asites dan jaundice (penyakit kuning). Jika dibiarkan tanpa penanganan, penyakit ini dapat menyebabkan kanker hati.

Pengobatan

Pengobatan untuk infeksi HCV umumnya menggunakan Direct Acting Antiviral (DAA). Namun, badan kesehatan dunia (WHO) tidak merekomendasikan obat ini untuk anak di bawah 12 tahun. Akibatnya, pada anak di bawah 12 tahun umumnya hanya diberikan interferon dan ribavirin untuk meningkat dan memperbaiki respon imun tubuh.
Perbaikan dan peningkatan sistem imun diharapkan dapat menekan pertumbuhan virus. Meski demikian, peluang kesembuhan penyakit ini cukup besar mencapai 50%, selama tidak ada komplikasi. Peluang tersebut juga akan meningkat jika penyakit terdeteksi lebih dini. Beberapa kasus, penyakit ini juga dapat sembuh secara alami tanpa pengobatan.

Pencegahan

Vaksin untuk mencegah infeksi HCV hingga saat ini belum ditemukan. Namun, Anda bisa melakukan tindak pencegahan dengan menghindari faktor penularan yang sudah dijelaskan sebelumnya. Bagi yang hendak menjalani program hamil, sebaiknya lakukanlah pemeriksaan HCV agar dapat diobati sejak dini dan mencegah penularan pada anak.

Demikian pembahasan singkat tentang hepatitis C pada anak. Jangan lupa juga untuk selalu menjaga kesehatan dan asupan gizi anak agar lebih tahan terhadap infeksi virus. Informasi lain seputar ibu dan anak bisa Anda baca melalui laman parenting.orami.co.id.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bisakah Anak Mengidap Penyakit Hepatitis C?"

Posting Komentar