Sejarah Pulsa Listrik dan Kaitannya dengan Sistem Pra Bayar

Sejarah Pulsa Listrik dan Kaitannya dengan Sistem Pra BayarSejarah Pulsa Listrik dan Kaitannya dengan Sistem Pra Bayar

Penggunaan pulsa listrik digawangi ketika Perusahaan Listrik Negara (PLN) meluncurkan sistem prabayar. Yaitu adalah sistem pembayaran dan pembelian listri yang dilakukan diawal atau sebelum pemakaian. Uji coba listrik pra bayar pun dilakukan di Provinsi Jawa Barat untuk 1.000 rumah tangga.

Mengapa di Jawa Barat, terutama Kota Bandung, hal itu dipilih karena mewakili 70 persen konsumen listrik yang ada di Pulau Jawa. Tapi tujuan utama dari produk listrik pra bayar adalah memberikan kemudahan kepada pelanggan agar melakukan penghematan listrik. Jadi listrik disesuaikan dengan pengunaannya.

Diharapkan jika pelanggan listrik bisa lebih bertanggung jawab dan secara bertahap bisa menggunakannya lebih hemat. Uji coba listrik pra bayar itu dilakukan selama sekitar tiga bulan untuk melihat respon dan keuntungan pelanggan. Juga kesiapan jaringan PLN agar bisa melakukan evaluasi.

Kemudian target selanjutnya adalah sebesar 30 persen pelanggan bisa menggunakan listrik prabayar. Pembelian listrik prabayar pun bisa melakukan pembelian voucher pulsa listrik isu ulang, baik secara tunai maupun pembayaran online. Pada saat itu sudah ada Bank Bukopin dan Kantor Pos yang menyediakannya.

Bahkan sudah ada empat bank yang melakukan pembicaraan secara teknis dengan PLN untuk pembayarannya. Alhasil pembayaran listrik prabayar agar bisa dilakukan di seluruh mesin ATM berbagai macam bank. Pada saat itu, pembayaran listrik bisa dibeli mulai dengan harga Rp. 20.000, Rp. 50.000, Rp 100.000, Rp 250.000 dan Rp. 500.000. Bahkan, sekarang Anda juga bisa membelinya di gadget cukup dengan menggunakan kudo agar lebih mudah menggunakan smartphone.


Sistem itu pun mulai diperkenalkan kepada masyarakat di Nusa Tenggara Barat dengan nama Listrik Pintar pada 2012. Penyuluhan itu membuktikan bahwa sebagian besar kota-kota di Indonesia sudah memakai pulsa listrik pra bayar. Disarankan juga agar membeli token pulsa listrik PLN jika sisa stroom berada di bawah 25 kWh. Hal itu agar mengihndari terjadinya pemadaman listrik karena stroom telah habis.

Pembelian token pulsa listrik PLN atau stroom pun semakin bisa dibeli di mana saja, seperti: Kantor-kantor PLN, Loket-loket PPOB (Payment Point Online Bank), ATM (ada lebih dari 30.000 ATM di seluruh Indonesia), Mini market seperti Indomaret dan Alfamart, SMS (baik lewat SMS banking maupun lewat aplikasi), Website-website penjual token PLN online seperti davestpay.com, bahkan di warung-warung tertentu yang menjual token PLN
Atas perkembangan dukungan perangkat lunak,server-server pulsa pun bermodifikasi untuk memperbesar bagi para pelanggannya, yaitu dengan menjadi alat transaksi elektronik apapun. Alhasil mereka bermanfaat bagi para pelanggan untuk bisa membayar pulsa listrik.

Bahkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli, meminta agar pihak PLN memberikan pilihan ketika hendak memasang listrik. Salah satu pilihan yang pasti tentu saja memakai sistem prabayar pulsa listrik. Meskipun terkesan memaksa para pelanggan, terutama bagi yang baru, tapi hal itu agar mendorong masyarakat bahwa listrik bertoken lebih banyak memberikan keuntungan.

Di sisi lain memang tidak ada kewajiban memakai listrik prabayar. Hanya saja memang mengarahkan pelanggan untuk menggunakan listrik prabayar supaya lebih mudah. Pihak pemerintah tidak ingin ada lagi orang kesusahan tidak bayar listrik sehingga terjadi pencabutan. Lagipula penerapan listrik dengan token dipercaya bisa mendidik masyarakat untuk hemat energi.

Tidak sembarangan memakai listrik seperti ketika masih bayar listrik pada akhir bulan. Jadi ketika keluar rumah, listrik di rumah lebih memilih dimatikan. Agar memakai energi hanya sesuai dengan kebutuhan sehingga lebih simple. Sampai 2015, pelanggan listrik yang memakai token baru sekitar 20 jutaan. Sementara pemakaian listrik meteran pasca bayar jumlahnya sampai 36 juta pelanggan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sejarah Pulsa Listrik dan Kaitannya dengan Sistem Pra Bayar"

Posting Komentar